Sejarah

Sejarah

Dalam Pendidikan Tinggi, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (PKM) merupakan dua dharma perguruan tinggi (PT) yang tidak kalah pentingnya dengan dharma pengajaran. Secara umum, misi utama PT adalah menghasilkan, melestarikan, dan menyebarkan ilmu pengetahuan, dan pada saat yang sama menghasilkan sumber daya manusia yang berilmu pengetahuan, yang pada gilirannya berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan Penelitian dan PKM di Unisba dipercayakan pengelolaannya kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Sesuai dengan Statuta Unisba tahun 2008 Pasal 54, bahwa LPPM ditugaskan untuk mengarahkan, mengkoordinasikan, melaksanakan, dan mengadministrasikan kegiatan penelitian dan PKM. Sehingga diharapkan agar kedua dharma tersebut dapat dilaksanakan oleh setiap dosen dengan seimbang, baik secara individual maupun kelompok.

 

Pemberdayaan Unisba dalam menghadapi tantangan perubahan masyarakat, menjadikan LPPM sebagai salah satu unsur lembaga penghubung, mengembangkan, melaksanakan, dan menerapkan hasil-hasil penelitian kepada masyarakat, dan sekaligus mencari celah dalam meningkatkan revenue universitas, selain dari sumber penerimaan tuition fee mahasiswa. Sumber lain untuk meningkatkan revenue universitas dan kesejahteraan sivitas akademika, antara lain melalui “penjualan” kepakaran yang dimiliki oleh sivitas akademika dan komersialisasi hasil-hasil riset.

Dalam menentukan fokus penelitian dan pengabdian kepada masyarakat paling tidak dua hal yang dipertimbangkan. Pertama, relevansi dan kegunaannya yang besar bagi pembangunan di Indonesia yang berkelanjutan, khususnya dalam mengahadapi era globalisasi ini. Penentuan fokus penelitian dan pengabdian ini dapat dilakukan melalui pemberian hibah-hibah penelitian dan pengabdian Universitas Islam Bandung yang telah dtentukan tema-tema-temanya. Kedua, fokus penelitian dan pengabdian tersebut diharapkan memuat kekuatan dan kesempatan untuk berkompetisi dengan kompetitor potensial di tingkat nasional maupun regional bahkan internasional, serta meraih kesempatan mengadakan kegiatan penelitian dan pengabdian dalam bentuk kerjasama dengan berbagai pihak. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka LPPM Unisba merumuskan tema pokok dalam pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, yaitu “Pemanfaatan Hasil Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat bagi Percepatan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia”, sebagaimana yang dituangkan dalam Rencana Induk Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Bandung Tahun 2016 – 2020 (RIPPM Unisba 2016-2020). Sebagai wujud implementasi dari RIPPM Unisba tersebut, LPPM Unisba kemudian merumuskan enam bidang unggulan PPkM Unisba sebagai berikut:

1)            Optimasi pemanfaatan sumber daya untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan

2)            Pengembangan kepribadian (character building) dan perubahan perilaku pada level individu, sosial, dan organisasi dalam perspektif Islam

3)            Pengembangan bahan alami untuk kebutuhan alat diagnosis, obat, dan vaksin untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia.

4)            Rekayasa dan penguatan lembaga untuk meningkatkan daya saing global berbasis wirausaha dan etika Islam.

5)            Pengembangan model untuk peningkatan pembangunan regional yang berkelanjutan

6)            Perlindungan hukum bagi masyarakat dalam memasuki era globalisasi

Dalam perjalanannya, yang sudah setengah abad lebih, Unisba mengalami perkembangan yang relatif cepat, baik di bidang akademik maupun di bidang fisik, dengan senantiasa mengupayakan keseimbangan antara keduanya. Namun demikian Unisba senantiasa berupaya meningkatkan kualitas layanannya secara berkesinambungan baik secara internal melalui pelaksanaan Audit Internal Mutu Akademik (AIMA) dan secara eksternal melalui BAN PT dan pelaksanaan sertifikasi ISO 9001:2008. Kemudian, sejak tahun 2014 menurut penilaian Direktorat Riset dan Pengabdian pada Masyarakat Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (DRPM Kemenristekdikti), LPPM Unisba diklasterkan ke dalam kelompok LPPM UTAMA. Predikat ini kemudian dapat dipertahankan pada tahun 2016 menurut penilaian kinerja penelitian periode 2013-2015. Sementara itu, berdasarkan hasil penilaian kinerja pengabdian kepada masyarakat oleh DRPM Kemenristekdikti, LPPM Unisba diklasterkan pada kelompok LPPM SANGAT BAGUS, dan berada pada peringkat ke-62 dari sekitar 4,000 perguruan tinggi yang ada di seluruh Indonesia.

Untuk mempertahakan dan juga meningkatkan capaian LPPM Unisba saat ini, LPPM Unisba dituntut untuk terus melakukan upaya-upaya ke arah peningkatan proses transformasi pendidikan secara profesional, terukur, terpadu, dan produktif. Selain itu, Unisba sebagai lembaga pendidikan tinggi harus tetap bertumpu kepada lima pilar utama, yaitu : kualitas, otonomi, akuntabilitas, akreditasi, dan evaluasi untuk mewujudkan organisasi yang memiliki keunggulan daya saing pada tingkat nasional maupun global. Dalam meningkatkan dan mengembangkan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tingginya, Unisba tidak hanya mengedepankan Ipteks semata, akan tetapi diimbangi dengan aqidah (ilmu-ilmu keislaman). Hal ini dimaksudkan agar dalam pelaksanaan kegiatan Tri Dharmanya, Unisba tetap istiqomah pada iman dan taqwa, serta tidak melanggar norma-norma agama.